air sejuk spiritualitas santo vinsensius

Doa Batin: Jalan Keutamaan Vinsensian

Oleh: Robert Maloney, CM

St. Vinsensius tentang doa batin

a. Doa batin begitu penting dalam Hidup Vinsensius

Dalam sebuah konferensinya kepada para misionaris, Vinsensius berkata : “Berilah aku seorang pendoa maka ia akan melakukan segalanya. Rasul Paulus mengatakan: aku dapat melakukan segala sesuatu dalam Dia yang menguatkan aku”. Hidup Kongregasi ini ditentukan sejauh mana anggotanya mempraktekkan doa. Doa itu ibarat benteng yang melindungi para misionaris dari segala ketamakan. Tentunya yang dimaksud St. Vinsensius di sini adalah doa batin. Pada bebarapa tulisannya, St. Vinsensius mengatakan bahwa kemalasan untuk bangun pagi dan berdoa bersama komunitas adalah penyebab seorang misionaris sulit bertekun dalam panggilannya. Doa itu memberikan kekuatan bagi jiwa seperti halnya makanan memberikan kekuatan bagi badan. Doa batin bagaikan sebuah sumber air yang menyegarkan kita dan bagaikan sebuah buku acuan bagi pengkotbah di mana ia dapat menemukan kebenaran yang bisa dibagikan kepada umat Allah. Bagaikan setitik embun yang menyejukkan jiwa setiap pagi. St.Vinsensius menjelaskan bahwa doa batin itu dapat mengangkat i budi kita kepada yang ilahi. Doa batin adalah sebuah percakapan dengan Allah, sebuah pergaulan mesra dengan roh di mana Tuhan mengajar lebih mendalam tentang apa yang harus kita ketahui dan harus kita lakukan.

Menurut St. Vinsensius ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berdoa agar kita bisa menemukan Allah antara lain kerendahan hati, sikap lepas bebas, dan matiraga. Dalam berdoa, mulailah dengan bersyukur atas anugrah Allah dan menyadari keterbatasan serta dosa-dosa kita. Sedang sikap lepas bebas dalam berdoa memungkin kita untuk hidup dalam keleluasaan batin untuk mengerti kehendak Allah. Kita sungguh-sungguh dapat mengenal dan melaksanakan kehendak yang Dia wahyukan diriNya kepada kita. St. Vinsensius juga berulangkali menekankan pentingnya matiraga agar bisa berdoa dengan baik. Terutama matiraga untuk beranjak dari tempat tidur setiap pagi dan berdoa . Dia mengatakan kepada para suster Putri kasih bahwa tubuh kita ini ibarat sekor keledai yang bisa dibiasakan menyusuri sebuah jalan. Kita harus terus-menerus memusatkan perhatian pada kerendahan hati Yesus seperti apa yang dilakukan dan diajarkan Yesus, terutama tentang kotbah di bukit. St. Vinsensius menyarankan agar mengambil tema sengsara dan salib yesus sebagai pokok doa. Tidak ragu-ragu dia menyarankan untuk menggunakan bantuan lukisan-lukisan atau buku-buku tentang doa. Iia mengajak kita untuk membaca buku Mengikuti Jejak Kristus, Pengantar Ke Dalam Hidup Saleh dan Risalah Cinta Tuhan dari Fransiskus De Sales.

2. Doa afeksi dan Kontemplasi

St. Vinsensius menjelaskan bahwa perasaan yang muincul dalam doa batin ( misalnya rasa sedih dalam merenungkan sengsara Kristus) bisa membantu doa batin tersebut. Akan tetapi itu bukanlah inti dari doa batin. Perasaan seperti rasa syukur, bahagia, sedih, jenuh, berharap atau takut menjadi pendorong bagi kita untuk mewujudkan kehendak dan melakukan segala sesuatu. Cinta afektif yang muncul seharusnya dapat membimbing kita menuju cinta yang efektif. Selagi kita menggunakan doa afeksi, kita juga menggunakan berkontemplasi dalam memahami Allah. Dalam komtemplasi kita “mengecap dan melihat” bahwa Tuhan itu sungguh baik. Komtemplasi merupakan bagian dari hidup rohani yang dianugrahkan oleh Allah sendiri. Seperti dia katakan sendiri ketika menjelaskan keutaaman Louisa de Marillac:, “dia gembira begitu mendengar ungkapan Louisa: Ketika dia sendiri , dia langsung masuk dalam doa”.

Metode Doa batin

Pada dasarnya, metode doa batin yang diajarkan oleh vinsensius ini ia pelajari dari Fransiskus de Sales dengan perubahan seperlunya saja. Dalam memberi makna doa afeksi, dia menekankan perlunya buah-buah praktis dari doa itu. Dalam konferensinya. Namun bila dibandingkan dengan Fransiskus de Sales St. Vinsensius lebih membatasi penggunaan imajinasi dalam berdoa. Dia selalu mengingatkan agar jangan membuat doa yang terlalu muluk-muluk.Doa hendak menjadi saat menggali inspirasi yang bisa membimbingdiri kita. Agar dalam berdoa menjadi lebih baik hendaknya pada waktu sore sebelumnya kita membaca tema doa sebagai persiapan doa untuk esok harinya . Dia juga melihat bahwa keheningan malam atau pagi hari merupakan saat yang baik untuk berdoa.

Adapun metode doa yang di usulkan St.Vinsenius adalah sebagai berikut:

a. Persiapan

Pertama-tama, tempatkanlah diri Anda dihadapan Allah caranya dengan duduk menghadap Tuhan di depan Sakramen Mahakudus. Renungkanlah keberadaanNya, mintalah bantuanNya supaya Anda bisa berdoa dengan baik. Mintalah juga bantuan dari Perawan Maria, para malaikat dan para kudus untuk membantu Anda dalam Doa. Lalu pilihlah bahan yang akan anda meditasikan misalnya misteri iman seperti Maria menerima kabar dari malaikat Tuhan atau keutamaan moral seperti kerendahan hati atau Sabda Allah misalnya “Berbahagialah orang yang membawa damai”

b. Pokok Doa

Sekarang mulailah Anda memilih tema doa misalnya Sengsara Kristus. Namun jika tema itu merupakan suatu keutamaan maka sebaiknya Anda merenungkan apa motivasi anda untuk mencintai dan melaksanakan keutamaan itu. Jika yang kita renungkan adalah misteri iman maka pikirkanlah kebenaran-kebenaran yang ada di dalam misteri iman itu. Jangan lupa utntuk menemukan tindakan apa yang harusAnda

lakukan untuk mewujudkan doa Anda, misalnya tema “cinta Kristus yang telah merelakan dirinya menderita untuk kita” maka tidakan yang kita pilih adalah mengungkapkan cinta Anda kepada Allah , sedih karena dosa dan kehendak untuk menjadi sempurna seperti Bapa. Dari sini Anda mencari niat konkret apa yang bisa mengejawantahkan nilai-nilai tersebut.

C. Penutup

Bersyukurlah atas kesempatan dahmat yang diberikan selama berdoa. Serahkanlah niat yang telah anda buat itu kepada Allah dan mintalah dia untuk membantu memelihara niat-niat Anda.

II. DOA BATIN SAAT INI

Seperti Karl Rahner negatakan bahwa: Pengalaman akan Allah secara Pribadi adalah jantung spiritualaitas, St Vinsensius sealu menekankan kepada setiap konfrater dan suster Putri Kasih untuk senantiasa berdoa. Regulae communes yang dia tulias menyatakan dengan jelas perlunya berdoa minimal satu jam. Juga dalam Konstirusi Cm yang telah direvisi menekankan perlunya doa dan meditasi selama satu jam setiap hari. Kedua nya menyatakan bahwa doa batin itu sungguh penting bagai kehidupan seorang Vinsensian. Saat ini begitu banyak cara yang bisa di tempuh untuk menbantu doa batin misalnya sebagai berikut ini:

Doa akal budi

1.tema doa: Apakah kerendahan hati itu

a.Cari dalam Kitab Suci

b.Cari dalam tulisan St Vinsensius

c. Cari dalam tulisan-tulisan kuno dan tulisan-tulisan saat ini

2. Motivasi: Mengapa saya haru srendah hati?

a. Cari dalam Kitab suci

b. Cari dalam Tulisan St. Vinsensius

C. Cari dalam tulisan-tulisan kuno dan tulisan-tulisan saat ini

3. Maksud: Bagaimana saya bisa tumbuh dalam kerendahan hati

a. Mengerjakan pekerjaan yang diangap hina

b. Membiarkan diri kita diinjili orang miskin

c. Lebih memperhatikan orang lain dari sisi kebaikannya dari pada sisi buruknya

4 Membangun sikap-sikap seorang pelayan

Doa Imajunasi

1. Aktifkan imajinasi dengan memusatkan situasi dalam injil

2. Ambilah salah satu peran dari pribadi0pribadi yang ada dalam Kitab Suci

3. Tanyakan Apa? Siapa, Mengapa? Dan Bagaimana?

4. Tinggalah dalam imaginasi dan ulangilah kembali suasana yang ada dalam Injil sebagai sesuatu yang ada di depan mata kita

Doa Hati

1. Pada permulaan doa sediakan waktu satu atau dua menit untuk diam dan masuklah dalam iman serta sadarilah kehadiran Allah dalam diri anda.

2. Setelah mencapai ketenangan katakan satu kata atau kalimat yang mengungkapkan tanggapanmu dalam doa dan ulangilah itu berlahan-lahan dan terus-menerus. Biarkanlah itu menggema dalam hati Anda.

4 apabila dalam doa itu terganggu oleh sesuatu, cobalah untuk kembalai mengulangi kata atau kalimat yang sedang Anda ucapkan.

5. Di akhir doa bangun kembali kesadaran Anda dan doakan Doa Bapa kami.

LECTIO DIVINA

a. Lectio : Secara aktual teks Kitab Suci mengatakan apa?

B. Meditatio : Untukku mau berkata apa?

C. Oratio: Berbicaralah dengan Tuhan dengan titik tolak teks tersebut.

D. Comtemplatio : meresapkan dan mengalami pribadi Kristus

Secara lebih jelas mari kita simak uraian singkat berikut:

1. Doa akal budi

Inilah metode dasar yang disarankan St. Vinsensius. Seorang Vinsensian menggunakan metode ini untuk memeditasikan keutamaan kerendahan hati. Adapun prosesnya sebagai berikut:

a. Pokok doa: Apakah kerendahan hati itu?

Pertama-tama marilah kita cari bagian-bagian dari kitab Suci yang berbicara tentang kerendahan hati. Lalu renungkanlah. Sebagai contoh, Luk 1:46 tentang Kidung maria dan rasa syukur maria atas anugrah Allah. Atau Plp 2:5 tentang Yesus memngambil peran seorang hamba bahkan rela mati di salib. Atau bisa juga dari Mrk 9:3, di mana Yesus berbicara tentang kerendahan hati yang diperlukan seorang pemimpin. Tanyakanlah apa yang dimaksud kerendahan ayat-ayat tersebut? Apa isinya/. Maka sedikit demi sedikit kita akan menemukan suatu pemahaman akan kerendahan hati. Kerendahan hati itu merupakan kesadaran diri sebagai ciptaan Tuhan. Saya sepenuhnya tergantung pada Allah. Kita juga menemukan kesadaran akan penebusan yang dilakukan oleh Tuhan. Sat\ya sering berdosa maka saya membutuhkan pertolongan Tuhan untuk dapat bertobat.. Saya sadar, saya begitu lambat dalam melaksanakan amanat Injil. Saya sering mengatakan kejelekan orang lain. Saya mudah mengeluh terhadap aturan-aturan yang kdang kurang adil. Tetapi saya percaya bahwa Allah begitu ingin mengampuni saya. Dan saya percaya akan kekuatan Tuhan yang akan menyembuhkan saya.

Kerendahan hati bisa juga berarti rasa syukur atas anugrah allah. Seorang yang rendah hati akan berseru seperti Maria:”Allah telah mengerjakan karya agung dalam diriku, Terpujilah namaNya”. Kerendaha hati mencakup juga soal sikap seorang hamba. Kita diminta Yesus , “Bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani”. Kerendahan hati meminta kita membiarkan diri kita diinjili oleh orang miskin, “ Tuan dan Majikan kita” maka dengarkanlah dengan penuh perhatian.

Usaha lain untuk mengerti kerendahan hati bisa dilakukan dengan mencari tulisan-tulisan St. Vbinsensious atau tradisi Vinsensian yang berkaitan dengan kerendahan hati. Baik juga melihat Regulae Communes II,6-7, X13-14. Dan merenungkan tahap-tahap St. Vinsensius dalam menjelaskan cara-cara mencapai kerendahan hati. Kita juga dapat membaca tulisan-tulisan dalam tradisi Gereja maupun penuliss-penulis saat ini.

B. Motivasi: Mengapa saya harus rendah Hati?

Kita bisa menggunakan sumber yang sama seperti di atas untuk mengetahui mengapa kita perlu kerendahan hati. Dalam Mat 18:4 dikatakan bahwa kerendahan hati adalah perkara yang terbesar dalam kerajaan Surga. Juga dalam Flp 1: 29 dikatakan Yesus dimuliakan Allah karena kerendahan hatinya. Menurut St. Vinsensius kerendahan hati adalah dasar kesempurnaan perwartaan dan jantung dari hidup rohani. Hanya dengan kerendahan hatilah akan muncul tindakan cinta kasih. Penulis-penulis saat inipun perlunya kerendahan hati untuk bisa bergantung sepenuhnya pada Allah dan bisa bersyukur atas anugrah hidup yang telah diberikanNya. Namun demikian dalam metode ini yang dipentingkan adalah berpikir dan berbuat dengan akal sehat

2 Responses

  1. andy purnama

    shalom,salam damai di dlm Tuhan kita Yesus Kristus.Terimakasih atas pencerahannya,menambah wawasan bagi saya.Gbu

    February 26, 2009 at 10:44 am

  2. Fr. Heribertus Tri Warno, CM

    SELAMAT DAN PROFICIAT HARI RAYA ST. VINSENSIUS.

    September 28, 2009 at 12:29 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.